Penyesalan Itu Datangnya Belakangan

Dear Kamu(Yacks kalau berawalan dear Kok ya menjijikan)
———————————————————————————-PartI——————————————————————————
Teruntuk mantan (mendingan lah ya)
selamat pagi pembaca (waktu dikondisikan) . . . pada artikel ini saya ingin menyampaikan sesuatu  pesan yang berbeda dari artikel sebelumnya. mungkin, bagi sebagian pembaca bertanya “kenapa tidak menyampaikannya secara langsung?” tentu saja saya ingin menyampaikannya sendiri secara langsung, tetapi semuanya tidak semudah itu. Pesan ini saya tujukan untuk seseorang yang menyimpan rasa sakitnya karna saya. Saya pernah menuliskan sebuah artikel tentang dia, seseorang yang keberadaannya sangat jauh disana.
Memang rasanya tidak adil bagi dia, mendapatkan hadiah pedih di hari yang paling spesial untuknya. Entah apa yang sedang saya pikirkan pada waktu itu, saya berlaku egois untuk hal yang saya tidak suka. padahal kesalahan tidak sepenuhnya dari dia. dengan mengakhiri hubungan pada saat itu bukan berarti saya membenci dan berhenti mencintainya, bahkan jauh setelah itupun saya membutuhkan waktu untuk terbiasa tidak membuka Handphone untuk sekedar melihat chat darinya. hari-hari setelah itu terasa begitu kosong karna tidak ada lagi ucapan selamat pagi atau malam, atau percakapan lainnya yang membuat saya selalu bersemangat menjalani hari.
Segala hal tentangnya hanya menjadi kenangan, berharap suatu hari bisa kembali mengobrol atau bahkan bertemu dengannya. rasanya wajar jika ia memposting video ucapan selamat ualng tahun dari seseorang yang spesial, itu bukan sebuah kesalahan. hanya saya yang terlalu terbawa perasaan.
Hingga awal Juli menjadi bulan yang menyenangkan untuk saya, dihubungi kembali dan dapat bertemu kembali bagaikan sebuah mimpi. seseorang yang saya Kira hanya dapat dilihat dari instagramnya saja, ternyata bisa saya lihat langsung dan membuat saya tidak berhenti menatapnya. bahkan disaat ia tidurpun saya masih menyempatkan untuk melihatnya lebih lama. melihatnya tidur begitu damai dan tenang membuat saya tidak habis pikir kenapa waktu itu saya membuatnya terluka. entah, tapi saya rasa ia masih menyimpan rasa luka itu sbab ia selalu memalingkan wajah disetiap kali saya menatap lama kearahnya. padahal hal itu saya lakukan karna saya ingin menyampaikan pesan maaf untuknya dan berharap ia tau Bahwa saya masih mencintainya.
sampai tiba harinya ia harus kembali pulang namun banyak kata yang belum tersampaikan. jika saja seseorang dapat memutar ulang waktu dihidupnya bagian bersama kamu adalah salah satu yang ingin saya ulang dan perbaiki. memiliki seseorang yang begitu baik dan sungguh perhatian adalah hal yang harusnya di syukuri dan jaga.
saya masih merasa kamu memendam luka atau bahkan benci dengan saya. satu hal yang saya ingin sampaikan bahwa perasaan saya tidak pernah berubah. saya tidak bisa pungkiri bahwa saya masih mencintai kamu, meskipun saya telah mencoba menyukai orang lain, tetap saja tidak bisa. hari-hari itu selalu mengingatkan saya kepada kamu, semua hal tentang Kamu pun masih saya simpán.
“Banyak orang yang berharap dapat memutar kembali waktu karena penyesalan, sampai hanya itu yang tinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka, sampai lama-kelamaan mereka mati bersamanya. Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan.”
Winna Efendi

—————————————————-TO BE CONTINUED——————————————————

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s