Hutan Mangrove Mojo, Pemalang Jawa Tengah

Halo pembaca, lama tidak menulis artikel kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya mengunjungi Hutan Mangrove Mojo di Pemalang Jawa Tengah.
bertepatan dengan edisi mudik lebaran, saya dan kedua sepupu saya mengunjungi beberapa tempat di Pemalang, dan salah satunya ialah Hutan Mangrove Mojo.
Tempat Wisata Hutan mangrove ini terletak di Desa Mojo. Desa Mojo merupakan salah satu dari 18 desa di wilayah Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang, dan merupakan desa yang pernah mendapatkan SiKompak Award pada tahun 2013
tingkat nasional, desa ini berada disebelah timur laut dari pusat ibu kota kabupaten Pemalang sejauh 30 Km. Sedangkan Hutan Mangrovenya berada di ujung utara desa atau lebih tepatnya di pesisir pantai desa mojo. Lihat di google maps Hutan Mangrove Berada di Ujung Sungai Comal.

Desa Mojo dilalui oleh Sungai Comal yang memang mempunyai muara sangat potensial untuk tumbuhnya mangrove dan dikembangkan sebagai daerah wisata mangrove. Maka dari itu, Bupati kabupaten Pemalang Mengeluarkan SK tahun 2008 yang menjabarkan “kelompok tani desa mojo mendapatkan hak pengelolaan kawasan mangrove seluas 72-Hektar are”. Sejauh ini Hutan mangrove di desa Mojo telah terbentuk dari hasil rehabilitasi bekerja sama dengan Organization for Industrial Spiritual & Cultural Advancemen (OISCA) meliputi jenis Rhizophora mucronata dan jenis Avicenniamarina yang hidup secara alami.

Hutan wisata mangrove di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, ini bisa dikunjungi masyarakat setiap hari dengan menggunakan sewa perahu, baik itu sekali jalan maupun dalam bentuk sewa penuh, untuk rekomendasi sebaiknya dengan rombongan lebih dari 10 orang baik itu sahabat, rekan kerja maupun keluarga, Karena Suasana akan lebih indah dengan berkunjung
bersama-sama. warga setempat mengoperasikan perahu untuk mengantar wisatawan menuju ke hutan tersebut dengan biaya relatif terjangkau. Koordinator Organization for Industrial and Cultural Advancement (OISCA) Mojo, Tolani yang juga anggota Kelompok Tani Pelita Bahari, mengatakan, ada tiga perahu milik masyarakat dan kelompok tani. ”Untuk hari minggu, tarif perahu mengantar wisatawan keliling hutan mangrove Rp 10.000/orang mulai pukul 09.00,”

IMG-20170701-WA0016

IMG-20170628-WA0032

Namun sayang, keindahan Hutan mangrove mojo ini sedikit ternodai dengan beberapa sampah makanan yang dibawa oleh penunjung wisatawan, kurangnya peraturan dan pengawasan dari pihak keamanan membuat pengunjung dengan leluasa membuang sampah disekitaran area Mangrove. 
jika pembaca ingin mengunjungi Hutan Mangrove Mojo Pemalang, diharapkan kesadaran untuk tetap menjaga keindahan alam dan menegur siapapun yang melakukan tindakan pencemaran dan pengrusakan tempat wisata.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s