Tentang Dia

Saran sebelum membaca : 1. siapkan tissue atau ember 2. efek samping : mual/sedih setelah membaca (tergantung hati nurani)

—————————————————————————————————————————————–

terik matahari yang begitu menyengat tidak begitu saya perdulikan, di temani segelas kopi dan rokok saya duduk di balkon kantor. entah kenapa terlintas di pikiran saya untuk menulis baitan cerita “Tentang Dia”. Dia yang kini selalu ada di kepala saya, dia yang hebat mampu membuat saya sulit tertidur atau bahkan tertawa sendiri disetiap kali memikirkannya.
ini hanya sebuah tulisan, siapa yang percaya jika ini nyata?
menyukai seseorang seharusnya tidak begitu sulit, diumur yang tidak lagi muda seharusnya tidak lagi bimbang dalam urusan hati, tidak lagi kesulitan tidur atau menerka hal negative disetiap kali merasa jika dia marah. seharusnya tidak ada lagi tulisan kata dengan tujuan menyadarkan dirinya kalau saya jatuh cinta. “tapi nyatanya ini lebih sulit dari pada kelas matematika”. (kalo suka harusnya kamu bilang, bukannya menyalahkan seseorang yang tidak tahu apa-apa tentang perasaan kamu lalu kamu membencinya)
Saya masih belum merasa bosan, melakukan hal ini setiap hari. dan bertemu dengannya seminggu sekali. berharap dia bertanya status-status yang saya tulis, atau apapun yang saya buat untuknya. dan pembaca harus tahu bahwa sebenarnya saya sudah membulatkan tekat untuk memberi tahu kepadanya, saya siap untuk resikonya. diterima atau bahkan di tinggal pergi oleh seseorang yang membuat saya nyaman disetiap kali berada di dekatnya. moment itu saya rasa masih belum pas, sebab disekeliling kami masih “ramai” dan lagi, dia membuat saya bingung. satu hari ia terasa hangat besok bisa saja ia berubah menjadi sosok manusia yang dingin.
jangan tanyakan bagaimana bisa saya menyukainya, semua berjalan begitu saja. dulu sekali sejak pertemuan pertama saya tidak merasakan apa-apa. namun kini didekatnya membuat saya nyaman dan lupa dengan masalah yang saya hadapi.
entahlah, namun jika diantara kalian adalah “Dia” yang saya maksud. maka mengertilah bahwa menerka apa yang ada di pikiran kamu itu sungguh sangat sulit. membuat saya selalu ingin bertemu memastikan kamu tidak marah dengan tulisan yang saya tujukan ke kamu.

—————————————————————————————————————————————

Saya hanya butuh ruang untuk kita berdua saja, tanpa ada orang lain. lalu bisakah kamu bertanya ada apa untuk memulainya? saya akan jelaskan yang sebenar-benarnya. setelah itu kamu boleh menerimanya atau bahkan pergi. saya sudah terlalu siap untuk segala resikonya. tak terkecuali di tinggalkan kamu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s