Rindu ini milik siapa . . . #2

Pagi, 20 februari 2017. hujan mengguyur kota Jakarta, entah memang karna dia menyamakan suasana hati saya atau memang saya yang terlalu percaya diri. otak dan hati ini rasanya ingin segera menyampaikan sebuah keresahan, namun apa daya berkas kantor saja belum dibereskan.
Teruntuk seseorang yang tak lagi sama,
kita mulai dari hari sabtu yang lalu, seperti biasa saya tidak pernah tepat waktu untuk datang ke kampus. jam sudah menunjukkan pukul 15:00 dan saya baru sampai di parkiran kampus, dengan gegas saya mulai bergerak menuju ruang kelas. sesampainya disana ternyata kelas sudah dimulai, tapi ternyata bukan saya saja yang terlambat pada sore hari itu, seseorang yang pernah saya suka pun datang terlambat.
dia . . . ah sudahlah itu masa lalu ! kini saya sudah mencintai seseorang yang “mungkin” juga mencintai saya. tapi setelah tugas satu tahun yang lalu itu dia banyak berubah. masih teringat jelas bagaimana cara dia mencuri pandang melalui lensa kamera, bagaimana dia mengkritik akting saya dan masih banyak yang lainnya. tapi itu dulu sebelum negara api menyerang. 
sekarang jangankan saling tegur sapa, ketika papasan saja kami seolah seperti orang yang tidak saling kenal satu sama lain. entah memang karna ego atau yang lainnya. sejujurnya saya tidak tahu apa tujuan saya menulis semua ini, jelas ini bukan sebuah keresahan dan jelas saya tidak memiliki perasaan apapun dengannya, tapi semua ini saya anggap lucu. bagaimana bisa seseorang yang dulu sangat dekat kini terasa seperti orang yang tak saling kenal.
tapi entah mengapa selalu ada saja harapan untuk kembali akrab dengannya, sbab dulu tutur katanya amat sangat saya sukai, saya tidak akan pernah bilang untuk tidak menyukainya lagi, bahkan saya khawatir jika suatu saat dia menegur saya lagi’ MMM . . . lagi-lagi saya terlalu PEDE. tapi siapa yang tahu . . ?  jelas semua itu akan saya persiapkan jika memang datang waktunya. lebih baik saya fokus dengan seseorang yang jelas-jelas sudah saya miliki.
Cinta itu tidaklah boleh egois. dimana ada cinta dan kasih sayang, kepercayaan, kedamaian akan selalu mengikuti.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s