Bait Rindu Untuk Ayah

Dering sms pukul 00:05 A.M, tepatnya pada tanggal 3 februari 2017 merupakan dering sms yang tak kusuka. isi pesannya masih sama seperti tahun lalu, Panjaaaaaang sekali layaknya sebuah makalah. pesan tersebut berisikan sebuah harapan dari seorang ibu untuk anaknya yang kini menginjak usia ke 22 tahun. 
Sungguh aku tidak suka pesan ini, sebab pesannya membuatku sedih. hmmm seorang laki-laki dewasa itu seharusnya tidak boleh menangis kan ya?
menginjak diusia yang baru seperti sebuah tamparan dan menyadarkan ada sebuah tanggung jawab besar menanti. ya . . . tinggal dengan kedua wanita hebat yang kini tak lagi muda membuatku merasa untuk bisa bertanggung jawab akan hidup mereka. suatu saat aku akan berada di posisi layaknya orang tua mereka. peran yang dahulu mereka ajarkan dengan luar biasa kini harus ku praktekkan dalam hidup sesungguhnya.

Meninjak Tahun ke 20 Tanpa Ayah

berbicara tentang sosok pria yang satu ini mungkin sudah tidak lagi meneteskan air mata. bukan karna sudah melupakan dirinya namun, saya sudah terbiasa untuk bersikap tegar. 
“bayangkan saja, sudah 20 tahun berlalu lalu masih mau mewek layaknya anak kecil?” 
20 tahun itu seperti baru kemarin saja ya, pun jika ditanya tentang 20 tahun lalu sudah pasti aku takkan ingat apapun. usia pada saat itu yang seharusnya usia yang masih membutuhkan sosok seorang ayah di sampingnya. dan sejak saat itu aku tidak tahu apa itu ayah dan bagaimana rasanya memiliki bahkan menyebut namanya.
Keikhlasan tentu sudah jauh aku lakukan sebab aku percaya tuhan amat sangat sayang dirinya hingga memanggilnya lebih dulu.  

Sempat dibuat iri

menjadi anak kecil itu tidak mudah, apalagi anak kecil tanpa ayah. jauh sebelum mengenal kata syukur itu hidup seperti dipenuhi rasa kebencian dan iri hati.
bayangkan saja, begitu banyak teman-teman sebaya melakukan aktifitasnya dengan seorang ayah. bahkan rasanya menyenangkan sekali bisa shalat Jum’at bersama seorang ayah. dan masih banyak hal yang bisa aku cemburukan!!!
tapi itu dulu . . . sekarang setelah mengerti manfaat bersyukur, rasanya itu nikmat banget.    
sekarang aku masih bisa bertemu dirinya, tentu di rumah yang lebih nyaman untuknya. rumah yang ku rasa lebih wangi dari rumah ku didunia. dan setiap berkunjung kesana pasti selalu kubawa hadiah berupa do’a untuknya.
 “Tidak ada ada satupun manusia yang berjalan sesuai kehendaknya sendiri. Kehidupan,Kematian, suka maupun duka sudah diatur seapik mungkin oleh sang maha kuasa, tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari setiap kejadian tersebut,pah tolong selalu ingatkan jika masih ada janji yang iko belum tepati” 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s