Sang Pemimpi Dari Negri Sampah

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Tugas feature yang mengangkat Sekolah Alam tunas mulia dan Neneng (pemulung cilik) sudah selesai.

Bertepatan di Jalan Pangkalan 2, kelurahan sumur batu Bantar Gebang kami membuat sebuah feature tugas kampus kami, dari sekian banyak Topik yang ingin kami angkat terpilihlah kawasan Bantar gebang Bekasi ini.  Alasan kami ialah, mungkin sebagian besar di benak orang-orang jika mendengar Bantar Gebang hanya Tempat Pembuangan Akhir nya (TPA) namun di balik itu ada semangat anak-anak yang harus kalian tahu.

meskipun sebagian dari anak-anak tersebut berprofesi sebagai pemulung,namun mereka tidak melupakan tugas utamananya yakni belajar.Melalui Sekolah Alam inilah mereka berkesempatan untuk menggali ilmu demi cita-citanya.

SEKOLAH ALAM TUNAS MULIA

Jumlah anak pemulung di komplek TPA Bantargebang dari berbagai umur lebih dari 2000 anak, mereka tinggal bersama orang tua mereka di bedeng-bedeng. Kondisi tempat tinggal seperti itu sesungguhnya kurang layak untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan jiwa mereka. Sebagian anak-anak bersekolah di Sekolah Formal (SD, SMP, SMK, SMA), sebagian lagi bersekolah di Sekolah Non Formal (PAUD, PKBM, PAKET A,B,C, KURSUS dan TPQ) dan sebagian lagi tidak sekolah atau terpaksa berhenti sekolah.

Sekolah Alam Tunas Mulia, dengan dukungan dari Yayasan Portal Infaq dan Yayasan Tunas Mulia, telah menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak pemulung sejak tahun 2006. Melalui pendidikan Non Formal, yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berupa Kejar Paket A, dan Paket B, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), anak-anak dididik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan umum maupun agama Islam. Disamping itu Sekolah Alam Tunas Mulia Portal Infaq juga memberikan beasiswa bagi siswa Sekolah Alam yang berprestasi yang dikirim untuk belajar di Pendidikan Formal.

Anak-anak yang ada disekitar komplek Pembuangan Akhir Sampah Bantargebang merupakan sebagian dari anak-anak Indonesia yang termarjinalkan dan terlantar. Salah satu upaya untuk membebaskan mereka dari kondisi tersebut adalah melalui pendidikan mereka. Sekolah Alam Tunas Mulia sudah memulainya, oleh karena itu dukungan dari semua pihak, khususnya dari para donatur, sebagai salah satu kepedulian terhadap anak-anak terlantar sangat dibutuhkan.

sc.http://yayasantunasmulia.blogspot.co.id

Setelah berakhirnya proses pembuatan Feature saya di Kawasan tersebut, membuat saya rindu dengan anak-anak di sekolah Alam. dan berkeinginan untuk melanjutkan misi lainnya.

Salah Satunya………….

KOMUNITAS BUKA MATA JABODETABEK

setelah sukses didirikannya Komunitas Buka Mata di cilegon kini Buka Mata mencoba membuat kegiatan serupa di wilayah Jabodetabek, dan mempunyai tiga rangkaian kegiatan Diantaranya Sweepstreet, Education Project dan Village Project.

dan dalam waktu dekat ini Komunitas Buka Mata akan mengadakan sebuah Campsos yakni Camping Sosial yang akan di adakan pada 28/29 Mei 2016.

insya allah project bantar gebang ini bisa memBuka Mata teman-teman dengan saudara di sekelilingnya. dan sesuai dengan moto Kami #DukungKamiBantuMereka dan #MemanusiakanManusia

dan bagi teman-teman yang ingin ikut bergabung atau memberikan donasi bisa mengunjungi Website Buka Mata di

http://www.bukamata.org

atau untuk pendaftaran

http://bukamata.org/daftar-campsos-2016/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s